Sukabumi – SudutLensa.Com

Kelompok Informasi Masyarakat Jelajah Sejarah Sukabumi ( KIM JSS ) setelah pada tahun 2018 yang lalu sukses menggelar kegiatan Touring Sejarah,kali ini pun
KIM JSS pada hari minggu tgl 27- 12- 2020 kembali mengadakan acara serupa yaitu dengan menggunakan moda Kereta Api SILIWANGI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,dalam kegiatan Touring Sejarah dengan metoda keret api kali ini melewati beberapa Stasiun diantaranya Sukabumi kota,Gandasoli,Cireungas,Lampegan,Cibeber,Cianjur kota,Ciranjang,Cipeuyeum dan stasiun Cipatat.

Ketua KIM JSS,Dida Hudaya kepada Awam mendia mengatakan bahwa ini adalah kegiatan kedua kali kami JSS mengadakan Touring Sejarah menggunakan Kereta Api,diawal acara semua peserta diberikan sambutan, penerangan dan perkenalan mengenai sejarah serta fungsi- fungsi dari semua fasilitas Dunia perkereta apian khususnya di areal Stasiun Sukabumi, dengan suguhan dan penampilan Kacapi- Suling dari komunitas JSS.

” Sambil menikmati Perjalanan KA Siliwangi lengkap dengan Suguhan pemandangan alam indah khas priangan, semua peserta diberikan pemaparan SEJARAH Wilayah serta kejadian apa saja yang pernah terjadi disepanjang jalur yang dilewati.. Dari mulai:
Kerajaan Sunda, Era dibawah pengaruh Mataram, Era VOC, Cultuur Stelsel, pembukaan perkebunan Swasta (Erpacht) 1870, Sejarah pembukaan Jalur jaringan rel KA 1879, Era militer Jepang 1942- 1945, hingga masa revolusi/ Agresi Militer Belanda 1947- 1948, Sampai dengan masa nasionalisasi Aset- aset Belanda 1960.” ujarnya.

Masih kata Dida Hudaya,Benang merah antar Wilayah yang menjadi tujuan lokasi yang diadakan dalam acara ini jelas tidak bisa dipisahkan, mengingat Sukabumi dan Cianjur dimasa lalu adalah satu kesatuan yang sama, ketika pada tahun 1821 barulah menjadi Afdeling yang terpisah, Dan pada tahun 1870 menjadi kabupaten yang terpisah.

” Harapan dari kegiatan ini adalah agar supaya Generasi milenial akan semakin mengenal dan mencintai SEJARAH Wilayahnya (Tumpah darahnya sendiri), semakin peduli Dan menghargai ODCB, OCB, Situs- Situs dan bukti- bukti SEJARAH, menjaga serta merawatnya, dengan wadah komunitas pecinta/ penggiat Sejarah dengan didukung oleh berbagai pihak terutama pemerintah, baik Daerah, pusat maupun kementrian,” Pungkasnya.

Reporter : Ujang Satriana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here