Sudut Lensa.Com _Sukabumi–Wisata Alam Karang Para, Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi mewakili Kabupaten Sukabumi dalam lomba nominasi desa wisata nusantara 2019.

Kepala Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Rasnita Diharja menyebutkan dari 28 desa yang masuk kedalam nominasi desa wisata Nusantara di Indonesia, Karang Para masuk didalamnya mengalahkan 75 ribu desa yang ada di Indonesia.

“Alhamdulillah, Karang para masuk masuk kedalam nominasi desa wisata nusantara tingkat nasional, di tingkat jawa Barat itu ada 5312 desa dan di Kabupaten Sukabumi ada 381 desa. Dan Karang Para mewakili Kabupaten Sukabumi di tingkat Nasional.” Tuturnya.

Rasnita mengakui support pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam pengembangan desa wisata alam Karang Para sangat luar biasa support, itu terbukti dari penggelontoran dana seperti anggaran P3K dari Kecamatan, anggaran dari Dinas Pariwasata untuk sarana parkiran dan bermain, spot-spot foto, Signet atau papan nama karang para, bahkan dari Kementrian pun menggelontorkan dana untuk MCk dan gajebo.

“Alhamdulillah, dari tahun ini termasuk dari Disbudpora untuk pembuatan sirkuit podium karang para masuk ke Karang para, dan dikerjakan melalui reknanan kontraktor, sewa kelola desa atau pokmas,” ungkapnya.

Menurutnya salah satu faktor mengapa Karang Para bisa masuk kedalam nominasi desa wisata Nusantara mewakili Kabupaten Sukabumi sebab Desa Kebomanggu mampu menjawab secara detaile apa yang menjadi keunggulan desa, kerja sama yang dibangun bersama sektor-sektor lembaga desa seperti Badan usaha Milik Desa (Bumdes), karang taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Alhamdulillah kami bisa menjawab semua pertanyaan dari tim Verifikasi, pelaporan pun kami sertakan dengan video, dan dicek secara fisik 98 persen ada dan responnya pun cukup baik,” jelasnya.

Camat Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Erry Ersatanto menyebutkan dari 28 desa se-Indonesia yang masuk dalam nominasi desa wisara Nusantara nantinya akan dipilih 5 besar desa untuk memenangkan objek desa wisata secara Nasional. Namun Eri mengakui perlombaan hanya sebagai pemacu namun target sesungguhnya yakni mengembangkan objek wisata Sehingga kedepan objek wisata Karang Para bisa menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

“Seperti pada slogan gunung diurus, cai diaping, lemah di tata, warga waluya,artinya ketika gunung diurus tanah ditata air dijaga warganya sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Sarpas pemukiman desa Kemendes RI, Iwan Y Budi I mengaku tidak ada kewenangan pihaknya untuk memberikan penjelasan terkait klasifikasi dalam penilaian desa wisata nusantara. Menurutnya ada kategori-kategori yang nantinya akan direkap dan dirapatkan kembali di seluruh Indonesia.

“Dari 28 desa di Indonesia yang masuk itu sudah masuk kedalam kategori, namun realnya itu yang perlu didetaikan kembali. Baru nanti mana yang tertinggi, nanti akan diumumkan, dari 28 desa yang masuk yang detailnya ini engga bisa diumumin nanti diumumkan,” paparnya.

Kedepan, desa yang menjadi pemenang akan mendapatkan bantuan untuk pengembangan objek desa wisata alam selanjutnya sehingga menjadi lebih baik. Salah satu prasayarat yang dilihat yakni
Bagaimana Bumdes berkerja sama dengan masyarakat mengembangkan wilayah juga pengembangan seni budaya sunda.

“Yang dinilai banyak, dan itu engga usah disampaikan,” tutupnya.( SL04).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here